Kemarau Hujan
Kau Tak bisa mendengarnya Denyit gesekan atap logam Yang menyuara, menggelitik dengar Tangisan burung hujan Yang katanya, bersedih atas dunianya Atau seruan anjing tengah gelap Yang bergairah, mencari kekasihnya O, Sekali lagi, kau tak bisa mendengarnya Tanya adalah sesatunya yang kau dengar Dari maksud yang kurenda Dengan gelisah yang kusamai Hanya agar kau sambangi Ingin duka berhenti Bahkan sebelum rintih berbunyi 10 April 2020 eksikusa