Duhai mahitala, Bisumu adalah riuhku Di bawah lembayung matamu Sahitaku meradang, mendayu Seberapa tega kau, pada hati yang pernah kau berahi Kini, kau bakar dan kau larung abunya Di muara pantai di ujung sedu Tanpa pernah kau doakan rindunya Tiap kali kutatap matamu Berkelukur petangku mengeja Yogyakarta, 2 Mei 2020 eksikusa